KPR Masih Menjadi Pilihan Utama

cartes_collection_003

Dalam satu dekade terakhir ini, aspek teknologi mengalami perkembangan yang teramat pesat. Hal ini terbukti dengan adanya bentuk revolusionis dari berbagai macam aspek teknologi. Mulai dari perangkat keras komputer hingga handphone, belum lagi perangkat lunak yang bisa dikatakan setiap bulan mengalami peningkatan versi yang disertai perbaikan fungsionalitasnya.

Kali ini saya tidak akan mengkaitkan perkembangan teknologi tersebut dengan kemunduran masyarakat dalam sisi peradaban sosial atau semacamnya. Saya mencoba menuliskan pendapat dari sudut pandang yang berbeda, terutama sudut pandang saya sebagai seseorang yang bergelut dalam pemrograman yang notabenenya adalah penggiat teknologi. Bagi saya, kemajuan teknologi adalah suatu keniscayaan yang mau tidak mau, suka tidak suka, siap atau tidak siap kita akan mengalaminya. Persoalan pertama yang harus kita selesaikan adalah seberapa siapkah kita untuk “mau” mengikuti perkembangan tersebut?

images (1)Iya, saya menggarisbawahi kata mau sebagai bentuk penekanan bahwa ini semua adalah soal kemauan, seberapa mau kita meninggalkan zona nyaman kita untuk kemudian bermigrasi ke zona baru dalam waktu relatif singkat?

seberapa mau kita meluangkan waktu, tenaga, fikiran dan materi untuk menyesuaikan pengetahuan kita?

seberapa mau kita merubah kebiasaan untuk kemudian melakukan hal-hal yang baru dengan dalih adaptasi teknologi?

Sebagai ilustrasi, izinkan saya sedikit bercerita. Pada tahun 2008/2009 saat masih berstatus sebagi mahasiswa S1 di salah satu kampus komputer swasta di kota Jambi adalah salah satu mahasiswa yang bisa dikatakan “mau” belajar, sebagai mahasiswa komputer tentu saja saya dan juga mahasiswa lainnya dituntut lebih aktif dan lebih paham mengenai seluk-beluk teknologi beserta perkembangannya, maka dari itu kami harus selalu rajin “update” pengetahuan kami dengan lebih sering melakukan searching mengenai segala hal yang sepatutnya kami tahu. Misalnya, sosial media. Kami berfikir, sebagai anak komputer setidaknya kami harus tahu bagaimana kinerja dari setiap sosial media yang nge-hits saat itu, dengan dalih agar pada saat ditanya, kami bisa menjawab dan tidak menyia-nyiakan status kami sebagai anak komputer. Hehe.

images

Untuk hal yang lebih spesifik, kami juga dituntut untuk bisa membangun sebuah sistem/perangkat lunak yang nantinya dapat digunakan secara umum. Baik berupa aplikasi desktop (stand alone / multiuser), multimedia, mobile, hingga web programming.

Seperti yang kita tahu, ada banyak sekali bahasa pemrograman, tool dan metode yang bisa digunakan untuk membangun aplikasi, dan kesemuanya selalu mengalami perkembangan dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama. Dan untuk memahami satu bahasa pemrograman saja membutuhkan waktu yang lama. Jadi bisa dibayangkan, bagaimana cara jitu untuk terus selalu update pengetahuan dengan tidak menghilangkan pemahaman sebelumnya dalam kurun waktu yang cukup singkat?

Saat ini, 2016 ini, bahasa pemrograman semakin kompleks, tool semakin banyak macamnya dan muncul berbagai macam metode yang tujuannya sama, yaitu memudahkan pembuat dan pengguna dalam mengoperasikan aplikasi. Kita bisa saja bersikukuh untuk terus eksis di zona nyaman tanpa keinginan untuk update pengetahuan, atau selalu berusaha mengikuti perkembangan dengan dalih “agar tidak ketinggalan”.

Menurut saya, apapun niatnya, kita harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan sebab dengan begitu kita menunjukkan diri sebagai bagian yang ingin ambil bagian dalam peruntungan masa depan. Jika tidak, maka terbenamnya karir adalah sebuah keniscayaan nantinya, sebab adaptasi, adalah harga mati untuk sebuah kemajuan.

@lailynelfuadi

One thought on “KPR Masih Menjadi Pilihan Utama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *